Senin, 14 Januari 2008

3 hari menuju pekik2008

3hari menuju pekik2008 seolah menjadi hari paling mendebarkan(halah...) dalam benak pejuang-pejuang iklan kemproh (hehehe....)

akhirnya,
awalnya,
tengahnya,

pekik2008
jogja dalam pariwara
memekikkan jogja

Rabu, 02 Januari 2008

shoot #2. DAY INT. MUSEUM AFFANDI
dengan puluhan iklan cetak jogja dalam bingkai yang ngSoul banget
ditemani iklan TV dan radio yang memekikkan Pekik 2008...
tak ketinggalan unkonvensional media bernyanyi keras menunjukkan tajinya.

monggo mampir

shoot #1.DAY.EXT MUSEUM AFFANDI
tampak jutaan mata tertuju pada satu titik
PEKIK 2008
JOGJA DALAM PARIWARA

sugeng rawuh PEKIK (PEKAN IKLAN) 2008

Pekan Iklan (PEKIK) 2008 datang lagi...

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. Kebudayaan tersebut berasal dari kebudayaan lokal yang terangkum dalam satu kesatuan.alah satu daerah yang menyumbangkan kebudayaan lokalnya untuk Indonesia adalah Jogja, daerah yang dapat dikatakan sarat akan kebudayaan lokal yang sangat kental.

Jogja yang identik dengan kebudayaan tradisionalnya memang sangat menarik serta memberikan sumbangsihnya dalam kebudayaan Indonesia. Akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman, kebudayaan Jogja mulai meredup dan hampir mengalami krisis dikarenakan banyak kebudayaan luar yang mulai masuk dan mempengaruhi kepribadian penduduk Jogja serta citra kelokalitasan masyarakat itu sendiri.

Kami beranggapan bahwa sebagian dari kebudayaan luar itu dibawa oleh para pelajar yang menuntut ilmu di kota yang juga dikenal sebagai kota pelajar ini. Para pelajar yang datang mayoritas masih terbiasa dengan adat istiadat dan kebiasaan dari kota asal mereka.

Karena kebudayaan dari kota asal mereka memang sulit untuk dihilangkan. Kami pun sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari pelajar-pelajar ang menuntut ilmu di kota pelajar ini, tidak hanya ingin sekedar menuntut ilmu di kota Jogja dan kami ingin mempersembahkan suatu karya iklan untuk Jogja sebagai rasa terima kasih dan hormat kami kepada Jogja.

Sebagai suatu bentuk sumbangsih terhadap kemajuan dan keeksistensian kebudayaan lokal Jogja, kami mahasiswa DIII Periklanan UGM berupaya untuk mengadakan pameran iklan lokal Jogja serta pendukung kebudayaan Jogja dimana semua itu terangkum dalam satu kata yang menjadi slogan kami, yaitu “Jogja dalam Pariwara”

Sehingga diharapkan dengan adanya pameran ini lokalitas Jogja sebuah kesatuan kebudayaan bisa lebih dikenal dan dicintai oleh khalayak luas.

Jadi, monggo lihat Jogja lebih jauh dalam bingkai pariwara,
18 - 22 Januari 2008
di museum Affandi, Jl. Laksda Adisutjipto Yogyakarta